Jumat, 15 Maret 2013

Kita Belum Siap Dipimpin Orang Baik

Negeri ini belum siap dipimpin orang baik. Orang baik susah naik. Yang sudah naik susah ke puncak. Yang sudah di puncak akan ditendang.

Di antara sedikit orang baik yang sudah di puncak itu di antaranya adalah BJ Habibie dan Busyro Muqoddas. Namun kemudian keduanya digebah dan tak dipilih lagi. Habibie hanya menjabat satu tahun lima bulan sebagai presiden. Busyro hanya setahun memimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. Keduanya tentu bukan hanya baik, tapi juga berprestasi dan punya kapabilitas.

Kita juga bisa menyaksikan tersingkirnya orang-orang baik di sekitar kita. Bahkan kadang kita menyaksikan orang-orang baik dijadikan bulan-bulanan para bandit.

Memang tak perlu berharap ada yang berkualitas seperti malaikat, bahkan mendekati malaikat sekalipun. Setidaknya, yang penting, tidak korupsi dan bisa tetap berdiri di atas fondasi gagasan. Memiliki harga diri. Kualitas personalnya tak mudah ditransaksikan dengan kepentingan sesaat. Misalnya, tak bisa mempertukarkan hal-hal prinsip hanya untuk menyenangkan orang maupun untuk pencitraan, apalagi untuk mempertahankan kedudukan. Mereka akan sangat detil, sekaligus punya jangkauan pemikiran yang jauh ke depan. Mereka adalah orang-orang yang sudah selesai dengan urusan dirinya sendiri.

Peringkat di bawahnya adalah mereka yang relatif baik. Ada korupsi. Kecil-kecilan. Kadang dana korupsi itu sama sekali tak masuk kantong pribadi, tapi digunakan untuk biaya sosial sebagai pejabat. Titik inilah yang kemudian digunakan lawan politiknya untuk menjatuhkannya. Karena korupnya kecil-kecilan, dananya tak cukup untuk menopang kekuasaannya. Mudah jatuh. Karena itu ada yang bilang, jika mau korup, sekalian saja yang besar. Dijamin aman. Karena sebagian kecil uangnya itu sudah cukup membungkam penegak hukum, membangun basis dukungan sosial dan politik, dan membayar siapapun yang siap dijadikan tumbal. Menyedihkan.

Namun selalu saja ada anomali. Kemenangan Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta memperlihatkan kekecualian. Sampai saat ini mantan walikota Solo itu bisa dikategorikan sebagai orang baik. Tentu kita harus menunggu apakah ia bisa lulus sebagai orang baik atau teperdaya godaan tahta. Kita sama-sama menyaksikan apakah ia masih mengurusi diri sendiri atau sudah mewakafkan dirinya untuk orang banyak. Apakah dia berpihak pada kaum oligarkis atau dia benar-benar seorang marhaen sejati.

Anomali di Jakarta ini mempertontonkan betapa publik masih sehat. Asalkan mereka cukup terpapar informasi. Asalkan mereka disodori. Namun di luar Jakarta, publik tak cukup melek. Sikap mereka menjadi terdistorsi. Butuh pihak-pihak sebagai perantara. Pada titik inilah publik bisa termanipulasi. Sehingga tak muncul aspirasi yang sejati. Pilihannya bisa siapa saja. Mereka bisa tak sadar memilih koruptor sebagai pemimpinnya. Lalu mereka tak berdaya atas kelaliman penguasanya, sebagaimana mereka tak berdaya saat berada di bilik suara.

Ketika proses politik berjalan seperti itu, dan dipadu dengan budaya paternalistik, maka kita menyaksikan elite kita dipenuhi para koruptor. Ini suatu keniscayaan. Hanya ilmu preman yang bisa mengantar seseorang untuk mendaki. Hanya meloloskan orang-orang kuat. Juga hanya ilmu katak yang bisa membuat orang bertahan di jalur pendakian. Menjilat, menyikut, dan menendang. Tak heran jika politik kita demikian gaduh, sadis, dan keji. Politik menjadi formalistik, palsu, dan manipulatif.

Namun Indonesia tak semuram itu. The silent majority tetap berpihak pada hati nurani. Hanya saja mereka perlu dibangunkan. Munculnya segelintir pemimpin lokal dan pemimpin unit kecil membuktikan masih ada obor harapan. Tugas kita menggempitakan obor harapan kita. Tiap-tiap kita harus menyalakan diri sendiri. Lalu menjadikannya sebagai suatu gerakan. Tanpa ada persatuan maka kejahatan sebusuk apapun bisa mengalahkan kebaikan sebaik apapun. Walau kebaikan dan kebenaran akan menemukan jalannya sendiri, tapi kita harus menyalakannya terlebih dulu. Takdir datang setelah ada ikhtiar.

Jangan biarkan kita dipimpin orang-orang mediocre, orang pas-pasan. Apalagi dipimpin orang jahat. Betul, seperti kata nasihat: diam atau berkata baik. Namun diam tak selalu emas jika kita mampu berkata baik. Terlalu banyak orang baik di Indonesia ini, tapi kita tak luas hati untuk menyokongnya atau sekadar memujinya.

Beginilah jilbab kita, ukhti


Lagi-lagi, mata kita semakin akrab dengan propaganda-propaganda amatir di media. Propaganda yang jikalau aku boleh berucap, propaganda yang salah! Pikiranku cukup terganggu dengan tagline berupa : “yang penting memakai jilbab”. Begitukah?
Ya, sekarang jaman memang sudah modern. Jilbab dengan berbagai gaya dan warna tidak sulit kita cari dimana pun. Mau model panjang, pashmina, jilbab paris, bahkan ada yang bermodel dan diberi nama jilbab ninja atau jilbab maroko. Subhanallah banyak. Pun juga wanita dan anak-anak remaja yang berjilbab, sudah kian banyak di mall, masjid, kampus, sekolahan, kantor dan di tempat-teman eksklusif juga ada. Sekarang tidak seperti dulu, jilbab kian dimodifikasi oleh pembuat fesyen, dipertontonkan modelnya. Sehingga banyak wanita yang tertarik mengenakannya.
Dulu yang berjilbab itu jarang, sedikit, minoritas, bahkan dilarang. Tidak seperti sekarang. Wanita berjilbab semakin mudah kita temukan bukan? Dan dengan berjilbab pula, kecantikannya tidak luntur sama sekali. Malah sekarang makin diperhias dengan jilbab yang dililit ini itu, diberi bros yang besar-besar, diperpendek, diperketat, diganti menjadi bahan yang transparan/tipis guna agar menarik perhatian.
Wanita yang berjilbab sekarang banyak yang menggunakan dalaman ninja, cukup dihias sedikit dengan jilbab paris (yang hanya sebagai penghias tentunya). Tidak rapi padahal. Tapi memang sangat terlihat modis, fashionable, lebih feminim atau apa pun lah namanya. Bahkan aku pernah melihat model tutorial jilbab, dimana jilbab paris itu seakan-akan dibuat seperti rambut, dililit-lilit kemudian diberi pita, atau semacam dikepang. Cantik memang.
Kemudian wanita-wanita yang berjilbab tersebut tidak segan mengenakan kaos ketat atau celana/rok kaos yang juga menjiplak. Ditambah gelang besar. Disempurnakan dengan gelang kaki atau high heels tinggi yang warnanya kontras dengan busananya. Sekali lagi, cantik memang.
Namun, apakah begitu Islam mengajarkan cara berpakaian pada kita? Begitukah yang tertulis di Al-Qur’an kitab kita, Ukhti? Hingga kita lupa, bahwa seharusnya kerudung kita itu menutup hingga ke dada. Bahwa seharusnya, telapak kaki kita juga aurat dan harus juga dibungkus dengan kaos kaki. Bahwa Al-Qur’an mengajarkan untuk menutup aurat kita, bukan cuma membalut aurat. Sadarkah kita bahwa kita telah terhipnotis fashion buatan manusia perusak? Bahwa seharusnya kita tidak mempertontonkan kecantikan dan perhiasan kita untuk yang bukan muhrim.
Sebaiknya kita merenungi mulai dari hal sepele ini, yaitu pakaian kita. Jika hal-hal sepele seperti ini saja pikiran kita tercuci, apalagi hal-hal yang lain. Dengan tagline, “yang penting menutup aurat kan, daripada engga berjilbab sama sekali”. Menutup yang mana jikalau lekukan leher mu masih kelihatan Ukhti? Jikalau kamu tambahkan sesuatu ke dalam jilbab mu sehingga bentuknya seperti punuk unta. Aurat mana yang dirimu tutup ukhti? Jikalau keindahan kakimu masih tersingkap oleh mata-mata nakal. Jikalau dada mu masih menantang. Jikalau bajumu semakin dipendekkan. Aurat mana yang dirimu tutup ukhti?
Semoga kita tetap istiqomah di jalan-Nya. Berpegang teguh dengan Al-Qur’an. Taat akan perintah-perintah-Nya. Hingga hati ini tak ragu lagi berkata, Begini lah Jilbab kita Ukhti! Tertutup, longgar dan panjang. Tidak transparan. Tidak menarik perhatian. Tidak mencetak perhiasan kita, dan akan selalu kita lestarikan demi adik dan anak-anak kita kelak. Aamiin


Wassalam,

Rabu, 13 Maret 2013

nelayan

aku berlayar melewati dari satu perahu
ke perahu yang lain
hanya untuk mencari ikan
ditengah rembulan yang indah

Aku terlelap dalam keheningan
deru ombak dan semilir angin laut
menjadi saksi bisu kerja kerasku
dan menjadi sebuah simfoni kehidupan yang indah

perahuku bergoyang, diterpa ombak
dan sesekali tubuhku juga ikut terguncang
rasa mual, pusing sudah menjadi hal yang wajar bagiku

aku tahu, bahwasanya laut
mungkin bisa saja menenggelamkanku tanpa meninggalkan bekas
hilang ditelan serdadu air laut
terdampar ditepian pantai

naumn, aku yakin istriku menungguku dirumah
anakku menungguku kepulanganku
keluargaku menunggu hasil dari jerih payahku
dan kuyakini aku adalah seorang nelayan

Regiffan

Pada suatu waktu di negeri Regiffan, hiduplah enam sahabat. Mereka bernama Abid, Fajar, Galang, Nenes, Ismi, dan Fitri. Di negeri Regiffan tersebut, dibagi atas empat negeri bagian yang masing-masing dipimpin oleh ke-enam orang tersebut.
Abid memimpin negeri bagian awan yang terletak di atas awan. Di sana bertanah awan nan putih, terdapat Kapal Langit yang digunakan Abid untuk transportasi. Kapal ini bisa berjalan di awan, tanah, air, atau api. Abid juga mempunyai seekor burung elang putih raksasa yang sangat setia.
Fajar memimpin negeri bagian air yang terletak di laut yang mengelilingi negeri Regiffan. Fajar mempunyai kuasa penuh atas lautan yang mengelilingi negeri Regiffan tersebut. Seperti Abid, Fajar juga mempunyai sebuah kapal yang bisa berjalan di air, awan, tanah, atau api. Kapal ini sama persis dengan kapal yang digunakan Abid. Jika Abid mempunyai burung elang raksasa yang setia, Fajar mempunyai seekor penyu raksasa yang kuat dan pintar. Penyu ini adalah sumber pengetahuan di negeri Regiffan, dia menguasai semua ilmu pengetahuan.
Galang memimpin negeri bagian bawah tanah. Di sana Galang mempunyai pasukan-pasukan mengerikan yang siap bertempur untuk melindungi negeri Regiffan, seperti Medussa (ular berkepala wanita yang rambutnya terdiri dari ular-ular kecil), Manticore (singa yang berekor kalajengking), ada juga manusia berkepala banteng yang sangat besar dan kuat. Jika Abid dan Fajar mempunyai elang dan penyu yang setia, Galang mempunyai kalajengking merah raksasa yang perkasa.
Sedangkan Nenes, Ismi, dan Fitri bersama-sama menjadi ratu memimpin negeri Regiffan bagian tengah. Di negeri Regiffan ini semua sangat bahagia, di sudut utara terdapat suatu taman yang semua bagian dari taman itu bisa dimakan. Di taman tersebut terdapat sebuah gerbang besar bertuliskan The North Garden. Airnya terbuat dari coklat cair, rumputnya terbuat dari cokelat mint, batunya terbuat dari stroberi dengan aneka bentuk. Ini adalah tempat favorit para ratu untuk menghabiskan waktu bersama.
Pada suatu ketika saat ketiga ratu itu bermain di North Garden, datanglah seorang nenek tua berjubah hitam. Nenek tersebut meminta sekeping emas kepada ketiga ratu tersebut. Karena kebaikan ketiga ratu tersebut, Nenes menghampiri nenek tersebut dan memberikan sekeping emas dengan tersenyum. Tapi tiba-tiba nenek itu menarik tangan Nenes dan mendekapnya. Fitri yang mengetahui temannya ditangkap, langsung berusaha menolong. Tapi pada saat yang bersamaan, seekor burung elang hitam raksasa datang dari langit dan membawa Fitri, nenek tersebut tertawa kejahatan. “Aku akan menguasai negeri ini !!”, katanya. Dengan satu letupan asap, nenek itu langsung menghilang dengan membawa Nenes.
Ismi yang tak bisa berbuat apa-apa mengetahui kedua sahabatnya diculik, langsung pergi ke bawah tanah untuk memberitahu Galang. Galang yang terkejut langsung menyiapkan pasukannya. Setelah dari bawah tanah, Ismi lalu terbang menuju negeri awan untuk memberitahu Abid. “Darimana nenek itu berasal?” tanya Abid. Ismi langsung terdiam bingung. “Ayo kita ke negeri bagian air, di sana kita bisa bertanya pada penyu milik Fajar” kata Abid dengan nada menggebu. Berangkatlah kedua sahabat tersebut menggunakan kapal milik Abid.
Sesampainya di negeri bagian air, Galang dan Fajar sudah berdiri menunggu. “Aku sudah tau semunya” kata fajar tenang. “Panggil penyumu Jar !!” dengan nada rendah Abid berkata kepada Fajar. Dengan mata terpejam Fajar bergumam mengucapkan kata-kata yang tak bisa dimengerti sahabat-sahabatnya. Sesaat setelah Fajar membuka mata, munculah penyu raksasa itu dari dalam laut. “Ada apa ini?” kata penyu itu dengan nada yang berat dan bijaksana. “Kami ingin tau siapa nenek tua yang berjubah hitam dan memiliki burung elang hitam raksasa. Dia telah menculik ratu Nenes dan ratu Fitri” jawab Fajar.
“Oh, kalian sudah bertemu dengan dia yaa. . . dia adalah ratu Rarore, penguasa negeri Getree. Di negeri itu dipenuhi kebencian, api, dan makhluk-makhluk mengerikan. Tidak ada siang atau pagi di negeri itu, yang ada hanya gelap. Berjalanlah terus ke barat, di sana nanti kalian akan menemukan sebuah gua besar, itulah gerbang menuju negeri Getree. Jika kalian ingin menyelamatkan sahabat kalian, hanya ada satu cara, yaitu dengan membawa kekuatan yang tak ada tandingannya” terang penyu itu dengan nada yang berat.
“Apa maksutnya kekuatan yang tak ada tandingannya itu?” Ismi bertanya.
“Kalian harus mencari jawabannya sendiri, kalian harus tetap bersama untuk bisa mendapatkan jawaban itu” kata penyu itu lagi.
Lalu dengan perlahan penyu itu pun kembali masuk ke dalam laut.
“Apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita tidak tahu apa yang dimaksud penyu itu, bagaimana cara kita mengalahkan ratu sialan itu !?” Fajar bertanya dengan memandang sahabat-sahabatnya.
“Aku akan tetap pergi ke sana sekarang juga! Entah bagaimanapun juga caranya!” dengan lantang Abid berkata pada sahabat-sahabatnya.
“Aku dan pasukanku akan bersamamu Abid” sahut Galang.
“Tunggu. .kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi nanti, lebih baik kita pikirkan dulu apa yang dimaksud penyu itu” Ismi menyela.
“Aku setuju dengan Ismi, kita tidak boleh gegabah.” Kata Fajar menyetujui perkataan Ismi.
“Apa kita akan terus menunggu dan menunggu jawaban itu !!? kita tidak tahu bagaimana keadaan Fitri dan Nenes di sana” kata Galang sambil memandangi Fajar dan Ismi.
“Kita berangkat sekarang dan menyelamatkan sahabat kita atau kita berdiam di sini menunggu jawaban itu sementara sahabat kita tersiksa di sana !!!” dengan nada tinggi Abid menyela.
“Oke Abid, aku tunggu kau di gerbang utama Regiffan” kata Galang.
Maka Galang langsung menuju bawah tanah untuk menghimpun pasukannya, Abid terbang ke awan juga untuk menghimpun pasukan. Ismi¬ dan Fajar hanya terdiam melihat kedua sahabatnya pergi.
Beberapa saat kemudian di gerbang utama Regiffan, Galang yang menaiki kalajengking merah raksasa sudah menunggu dengan pasukannya. Tak lama kemudian Abid datang menaiki elang putih raksasa dengan sebuah pedang petir biru di pundaknya. Di belakang Abid ada 7 ekor singa putih bersayap dan 7 manusia berkepala burung bersayap emas lengkap dengan pakaian perang yang menunggangi pegasus. Tiba-tiba datanglah Fajar dan Ismi menggunakan kapal yang mengambang di atas tanah.
“Bukankah kita harus selalu bersama. . sahabatku? Kami akan ikut !” Fajar berkata dengan penuh semangat.
Abid dan Galang pun tersenyum bahagia. Kemudian Abid terbang di atas pasukan dan sahabat-sahabatnya.
“Kedua ratu kita telah diculik oleh ratu Rarore sialan itu, apa kalian akan diam saja!! Apa kalian akan membiarkan ratu kalian tersiksa di negeri sialan itu!!” kata Abid memberi semangat.
“TIDAK !!!” sahut pasukan-pasukan itu.
“Hari ini, dunia akan menjadi saksi, bahwa tidak ada yang bisa mengusik negeri ini!! Negeri Regiffan ini!! Negeri kita !!” Abid kembali memberi semangat.
Pasukan-pasukan semakin bersemangat. Beberapa saat kemudian berangkatlah mereka semua menuju ke barat. Sesampainya di sebuah gua besar seperti yang di katakan oleh penyu, mereka berhenti.
“Ayo semuanya, kita masuk !!” Galang memimpin di depan.
Mereka berjalan terus menyusuri gua tersebut. Di ujung gua tersebut tampaklah sebuah sinar merah terang. Mereka makin bersemangat. Setelah keluar dari gua tersebut, mereka langsung disuguhi ribuan pasukan negeri Getree yang tak terbayang sebelumnya oleh mereka. Mereka dihadapkan oleh makhluk-makhluk yang belum pernah mereka temui sebelumnya, anjing hitam besar berkepala tiga, anjing dengan tubuh berbaju api, raksasa bermata satu membawa batu besar di tangannya, dan masih banyak lagi.
“Jangan ada rasa takut di antara kalian! Ayo. .serbu!!!” kata Galang lantang sembari memimpin di depan.
Sementara Galang dan pasukannya berperang, Abid, Fajar, dan Ismi terbang melewati peperangan itu dan langsung menuju istana tempat tinggal ratu Rarore. Mereka mendarat di balkon atas istana, dan langsung disambut oleh ratu Rarore serta burung elang hitam raksasanya, dan Fitri juga Nenes terbaring tak sadarkan diri di belakang ratu Rarore.

“Jadi inilah para pemimpin negeri Regiffan itu, kalian masih anak-anak. .sudah saatnya negeri kalian mendapat pemimpin yang baru, biarkanlah aku memimpin negeri kalian dan akan aku berikan kedua sahabat kalian ini” kata ratu Rarore dengan nada melengking dan tertawa jahat.
“Kau akan mati dan melihat negerimu ini hancur oleh kami” Abid membalas perkataan ratu Rarore.
Dengan pedang petir birunya, Abid berlari menuju ratu Rarore dan berusaha untuk menhunuskan pedangnya. Tapi dengan ayunan tongkat sihir ratu Rarore, tiba-tiba Abid langsung tidak bisa bergerak, lehernya seperti ada mencekik. Melihat kejadian itu, Fajar dengan pedangnya juga bermaksud untuk membunuh ratu Rarore. Tapi sama seperti Abid, Fajar pun tak berdaya dengan sihir itu. Dengan cepat ratu Rarore mengeluarkan pedang hitamnya dan langsung menghampiri Abid dan Fajar. Ismi yang tak bisa berbuat apa-apa pun berteriak “Tidak !! jangan bunuh sahabat-sahabatku”
Tapi terlambat, pedang sudah dihunuskan ke tubuh Abid dan Fajar. Tubuh mereka berduapun langsung tersungkur ke balkon. Mereka mencoba mangambil pedang mereka, dan hanya bisa memandangi ratu Rarore berjalan menghampiri Ismi dengan pedang di tangannya untuk membunuh Ismi. Saat ratu Rarore mengangkat pedangnya dan berusaha membunuh Ismi, tiba-tiba Galang datang dan menangkis dengan pedang merah miliknya. Terjadilah duel antara Galang dan ratu Rarore, namun ratu Rarore masih terlalu kuat bagi Galang. Dengan bersimpa darah Galang duduk bersandar pada dinding balkon hanya bisa memandangi ratu Rarore menghampiri Ismi.
Saat itu Fitri dan Nenes sadar, mereka terkejut melihat sahabat-sahabatnya berlumuran darah. Mereka berteriak dan menangis berlari menghampiri Galang, Abid, dan Fajar. Mendengar itu, ratu Rarore berpaling dari Ismi.
“Ohh. .ternyata kalian sudah sadar. .lihatlah mereka semua, sahabat-sahabat lemahmu. .hahahahha” kata ratu Rarore pada Fitri dan Nenes.
Melihat ratu Rarore sedang lengah, Ismi berusaha mengambil pedang milik ratu Rarore. Namun ratu Rarore mengetahui hal itu, dengan sekali ayunan, pedang tersebut mengenai bahu kanan Ismi. Ismi pun terlempar ke sebelah ketiga sahabatnya, Fajar, Abid, dan Galang.
“Menangislah anak-anak bodoh. .hahahahaa” ratu Rarore tertawa sambil melihat mereka berenam.
Fitri, Nenes, Abid, Fajar, Galang, dan Ismi saling berpegangan tangan dan menangis.
“Inilah akhir dari kita teman. .akhir dari persahabatan yang indah, aku sayang kalian semua, aku senang bisa mengenal kalian semua. .aku. .akk. .uu. .” kata Abid dengan terbatah-batah dan diakhiri dengan senyuman.


“Nggak Abid. .kita nggak akan mati di sini. .kalian nggak boleh pergi. .” Nenes menyela sambil menangis.

Pegangan tangan mereka betambah kuat, mereka berenam memejamkan mata sambil menangis, tiba-tiba pergelangan tangan mereka bersinar terang.
“Ada apa ini. .” ratu Rarore terkejut dan bingung.
Dengan sihirnya ratu Rarore berusaha memisahkan mereka, tapi sia-sia saja, sihirnya tak berpengaruh apa-apa. Saat keenam sahabat itu membuka mata, sinar di pergelangan tangan mereka bersatu dan mamancar terang ke langit yang gelap di negeri Getree itu. Langit yang gelap itupun perlahan terbuka dan berubah menjadi terang kebiruan. Para pasukan yang sedang bertempur di bawah tadi langsung berhenti dan menatap ke langit.
Sesaat setelah langit berubah menjadi terang kebiruan, ratu Rarore berteriak “Tubuhku. .tubuhku. . .tidak, ini tidak mungkin terjadi. .apa yang kalian lakukan!!”
Tubuh ratu Rarore perlahan berubah menjadi serpihan-serpihan hitam dan terbang terbawa angin. Para pasukan ratu Rarore pun ikut berubah menjadi serpihan-serpihan hitam. Inilah kekalahan negeri Getree. Namun Abid, Ismi, Galang, dan Fajar masih bersimpa darah dan semakin tak berdaya. Fitri dan Nenes tidak tahu harus berbuat apa, mereka berdua hanya bisa menangis menatap satu persatu sahabat-sahabatnya.
Lalu turunlah dari langit dua orang wanita berbaju kuning keemasan.
“Kalianlah yang memanggil kami, apa yang bisa kami perbuat untuk kalian?” kata salah seorang dari wanita itu.
“Apa saja?” Tanya Fitri sambil menahan air matanya.
“Iya, apa saja” jawab wanita itu.
“Aku ingin keempat sahabatku ini sembuh kembali dari luka mereka dan mereka pulih lagi seperti sediakala” pinta Fitri sambil menatap kedua wanita itu.
“Tutuplah mata kalian berenam sekarang juga” kata wanita itu lagi.
Lalu mereka berenam menutup mata mereka, mereka melihat sinar terang saat menutup mata. Saat mereka membuka mata, mereka sudah berada di negeri mereka sendiri, Regiffan, dengan badan yang bersih sama saat mereka akan berangkat ke negeri Getree.
“Kita masih hidup. . .” teriak Fajar dengan wajah yang masih tidak percaya.
Saat mereka larut dalam kebahagiaan, tiba-tiba Nenes berkata, “Tapi siapa kedua wanita yang tadi itu?”

“Kau ingin jawaban? Kau juga tau harus kemana bila ingin mendapat jawaban itu. . .” jawab Fajar.
“PENYU. .!!!” sahut Abid, Fitri, Galang, dan Ismi.

Segeralah mereka menuju negeri bagian air milik Fajar. Sampai di sana sang penyu ternyata sudah menunggu.
“Selamat datang di rumah anak-anakku, kalian berhasil” kata penyu itu dengan tersenyum.

“Apa maksudmu kami berhasil?” tanya Abid.
“Kalian berhasil menemukan apa yang dimaksud dengan kekuatan yang tak ada tandingannya” jawab penyu itu.
“Kami tidak tahu apa yang dimaksud kekuatan yang tak ada tandingannya itu, jelaskan kepada kami” tanya Galang.
“Sebenarnya kekuatan yang tak ada tandingannya itu adalah kekuatan yang hanya bisa didapat dari sebuah persahabatan yang sangat kuat. Itu adalah sihir terhebat di dunia ini, dan kalian berhasil menemukannya” terang penyu itu dengan nada yang rendah.
“Lalu bagaimana dengan dua wanita yang turun dari langit berbaju kuning keemasan dan memberikan kami satu permintaan?” tanya Nenes penasaran.
“Ohh. .itu adalah dewi Eva dan dewi Rossi, mereka hanya bisa dipanggil oleh kekuatan yang dihasilkan dari persahabatan, sinar persabahatan yang memancar ke langitlah yang memanggil mereka. Mereka berdua hanya bisa dipanggil pada saat benar-benar dibutuhkan saja” terang penyu lagi.
“Jadi begitu. . .persabahatan kitalah yang telah mengalahkan ratu Rarore itu” kata Fitri.

Setelah itu mereka berenam kembali ke kehidupan mereka seperti biasanya. Fitri, Ismi, dan Nenes sering menghabiskan waktu bersama di North Garden. Abid kembali ke negeri bagian awan untuk melindungi negeri Regiffan dari langit. Fajar kembali ke negeri bagian air untuk melindungi negeri Regiffan di laut yang mengelilingi negeri tersebut. Sementara Galang kembali ke bawah tanah untuk melatih pasukan-pasukannya agar lebih kuat lagi untuk melindungi negeri Regiffan dari kekuatan-kekuatan jahat.




Love




Sedikit penjelasan:
Regiffan = Rossi, Eva, Galang, Ismi, Fajar, Fitri, Abid , Nenes

Selasa, 12 Maret 2013

KISAH PERJALANAN SEORANG AKTIVIS


Jika ada suatu pilihan, yang berada didepan kita semua & kita diharuskan untuk memilih pilihan tersebut. Tentang suatu pertanyaan klasik nan sederhana, tentang apa mimpi, harapan & cita - cita ketika sudah beranjak menjadi manusia dewasa kelak ? Pilot, Pengusaha, Arsitek, Designer, Pelukis, Musisi, Presiden, Guru & Artis.

Itulah beberapa jawaban pertama & terdepan, kita semua ketika timbul pertanyaan seperti itu yang seolah menjadi jawaban monoton dari generasi ke generasi. Yang tidak akan berubah ditelan perkembangan jaman sekali pun. Tapi bagaimana ketika anda & kita semua, mendengar sesuatu yang berbeda yaitu mempunyai mimpi & cita – cita menjadi seorang Aktivis ?

Tidak peduli itu Aktivis Kemanusian, Sosial & Lingkungan, tetapi tetap satu nama kesatuan yaitu Aktivis. Inilah suatu pilihan yang banyak, dari anak muda saat ini menghindari jauh – jauh hal tersebut. Bukan tanpa alasan, banyak anak muda yang menghindari pilihan menjadi Aktivis. Karena sejatinya, menjadi seorang Aktivis tidak akan membuat mereka kaya seperti menjadi karyawan atau pengusaha yang bercokol rapi & tegap digedung mewah bertingkat yang berjajar rapi disetiap sudut jalan Sudirman.

Dan belum tentu bisa membuat kita, bisa pergi ke Paris, New York, Berlin, Wina, Korea & Jepang. Seperti mimpi indah kita, ketika tertidur lelap di atas kasur berbusa atau khayalan indah ketika membaca bait per bait kata menjadi sebuah susunan kalimat indah dinovel fiksi.

Menjadi seorang Aktivis pun, tidak mempunyai tunjangan pasti tentang hari tua ketika senja menjelang diperaduan. Jangankan memikirkan tunjangan dihari tua nanti, untuk memikirkan gaji saja tidak bisa karena tidak  ada satu pun Aktivisyang dibayar atau diberikan gaji seperti karyawan kantoran setiap bulannya. Entalah apa yang sesungguhnya mereka cari selama ini dengan menjadi Aktivis, yang pasti mereka yakini ketika memilih menjadi seorang Aktivis adalah hidup yang singkat ini bisa lebih & lebih berguna ketika tangan, kaki, mata, telinga bisa berguna untuk sesama mahluk hidup disekitar bukan hanya berguna diatas meja kantor nan rapi & bersih.

Tidak butuh seorang Profesor, Dokter & Sarjana dengan nilai Cumlaude Predikat A+ untuk menjadi seorang Aktivis. Karena yang dibutuhkan menjadi seorang Aktivis, adalah rasa kepedulian satu rasa, satu hati & satu keyakinan bahwa selagi hidup maka berbuat yang terbaiklah untuk sesama mahluk hidup terutama manusia. Yang akan menjadi bekal & episode penutup, yang akan membuat kita tenang ketika nanti menutup mata.

Tapi walau banyak anak muda yang menghindari pilihan tersebut setiap detiknya,  tapi setiap detiknya juga banyak tumbuh generasi penerus Aktivis yang sudah menjelang usia senja. Seolah negeri ini, tidak pernah lelah & letihnya melahirkan generasi yang tak hanya sekedar pandai secara otak tapi juga generasi yang punya moral & harapan lebih baik untuk Bumi Pertiwi ini. Tidak hanya lewat tutur kata yang terlontar rapi dari mulut manis, tapi juga dari tindakan & perbuatan.

Kesimpulan :Pintar itu belum tentu bermoral & punya moral, tapi bermoral itu pasti pintar

_Muhamad Afiff Galang Ristiantoro_
_Ketua Departemen Kajian dan Strategi Gerakan BEM KM FE UNNES 2012_

SEPERTI APA IDEALISME MAHASISWA KITA SEBENARNYA..??


Mahasiswa dengan sederet titel sosial mulai dari agent of change, agent of social control. Bahkan, menurut sebagian besar masyarakat menyebut mahasiswa adalah orang yang serba bisa, serba tahu berbagai persoalan yang muncul dalam masyarakat. Hal ini menjadikan mahasiswa sebagai kaum elit dan terhormat dibanding dengan kaum muda lainnya.
Namun, sederet titel dan penghargaan terhadap mahasiswa teryata tidak semuanya berbuah manis serta sesuai dengan harapan. Maraknya pemberitaan di media massa baik melalui media cetak maupun elektronik menunjukkan betapa ironisnya prilaku mahasiswa akhir-akhir ini.
Di beberapa kampus (baik negeri maupun swasta , kampus besar maupun kecil) di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke banyak sekali terjadi tawuran antar mahasiswa. Berbagai macam alasan para mahasiswa melakukan aksi seperti ini mulai dari kebijakan pemerintah yang kurang representatif, kebijakan kampus yang kurang populis bagi mahasiswa, dan yang paling parah tawuran ini bermula dari dari konflik personal (berebut cewek, saling ejek, bahkan berebut bola…hehe) yang kemudian dibawa ke dalam konflik kelompok.
Mahasiswa merupakan generasi bangsa yang mempunyai tingkat intelektualitas tinggi dimana budaya ilmiah selalu menjadi alternatif dalam pemecahan masalah. Menurut berbagai sumber, mahasiswa dibagi beberapa tipe yang mewakili kepribadian manusia.
Mahasiswa bisa dibagi kedalam 4 tipe… mau tahu? Ini dia…
Tipe pertama, mahasiswa Akademis (mahasiswa yang berorientasi pada akademis). Tipe kedua, mahasiswa Romantis (mahasiswa yang selalu tampil nyentrik demi menggaet lawan jenis). Tipe ketiga, Hedonis (mahasiswa yang suka senag-senang atau hedon). Tipe keempat, mahasiswa Organisatoris (mahasiswa yang selalu sibuk dengan dunia organisasi ).
Nah, dari tipe-tipe tersebut, kamu termasuk kategori yang mana?
Sejarah juga mencatat bahwa mahasiswa mempunyai peranan penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Mahasiswa membawa perubahan banyak terhadap bangsa ini.
Runtuhnya rezim Sukarno yang totaliter serta mengagungkan dirinya sebagai presiden seumur hidup tidak lain karena idealisme mahasiswa. Sama halnya pada rezim Suharto yang otoriter juga runtuh oleh gerakan mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa merupakan generasi penting dalam suatu negara. Kalau pemudanya kuat maka negara akan kuat juga.
Di era reformasi saat ini (mungkin lebih tepatnya pasca reformasi), sudah sepatutnya dan selayaknya mahasiswa mempertahankan idealismenya. Ciri khas mahasiswa seharusnya adalah idealis rasionalis, karena setiap aktivitas dan gerakan mahasiswa selalu dilandasi oleh kekuatan moral ‘moral force‘, pemikiran yang matang, dan tidak berlandaskan kepentingan.
Akan tetapi, citra mahasiswa sekarang mulai tergeser akibat prilakunya sendiri. Masyarakat merasa bahwa mahasiswa adalah benalu yang sering membuat susah.Sebagai contoh, seringnya demo mahasiswa yang membuat macet jalan umum, dan ujung-ujungnya berakhir anarkis, mahasiswa tak jauh beda dengan preman pasar yang membuat gaduh dan menyengsarakan banyak orang.
Sedikit-sedikit kekerasan, sedikit-sedikit maen pukul. Dari sini, dimanakah yang dinamakan budaya idealis rasionalis tadi? Budaya intelektual, budaya calon guru, calon “pencerah” kehidupan masyarakat.
Bisa dibayangkan apabila calon “pencerahnya” seperti ini bagaimana generasi dibawahnya ?. Pasti akan lebih buruk dan kemungkinan bangsa ini akan berubah dari bangsa yang mempunyai budaya ramah, toleransi, menghargai orang lain menjadi bangsa yang kasar… bar-bar serta bahkan hanya budaya latah.
Dengan demikian, kita (mahasiswa) sudah seharusnya meneruskan perjuangan para pahlawan dan “founding father” yang bersusah payah membangun citra bangsa ini dengan rela berkorban baik jiwa, raga bahkan nyawa sehingga bangsa ini terbebas dari belenggu penjajahan.
Sekarang saatnya tugas kita untuk juga mau rela berkorban baik jiwa, raga bahkan nyawa sehingga bangsa ini bisa terus terbebas dari belenggu “penjajahan modern”.
Gimana… apakah setuju dengan opini ini. Apapun opini kamu, sampaikan dikolom komentar
Salam Hangat… Keep ACTION

_Muhamad Afiff Galang Ristiantoro_
_Kepala Departemen Kajian Dan Strategi Gerakan BEM KM FE UNNES 2012_

Pasanganku Aktivis….Oh…my God! Tapi Alhamdulilah sih!


Mencari cinta seseorang itu sangat mudah akan tetapi mempertahankan cinta itu sangatlah sulit. bagaimana tidak, tampa ada pengertian antara dua pihak maka hubungan cinta itu tidak akan bertahan lama. Hal yang sangat unik yang selalu saya cermati dalam setiap perjalanan hidup saya yaitu, seorang teman yang punya pacar seorang aktivis kampus. Entah, itu aktivis internal kampus maupun aktivis ekstenal kampus. Mungkin ada kebanggaan bagi seorang wanita jika mempunyai seorang pacar aktivis kampus  yang mana namanya porpuler di area kampus maupun diluar tapi, kebanggaan itu tidak terjadi pada kaum pria. tahu kenapa? Sayapun juga gak tau. Hehehe. Aktivis disini yang saya maksud bukanlah aktivis bergedok kadal apalagi tikus yang hanya mau nyari sensasi ataupun hanya mencari biasiswa kampus. Aktivis disini adalah seorang yang profesional dari semua tindakannya, yang mana ia aktif di suatu organisasi maupun di kelas. Nilainya di atas 3, dan di organisasi pun ia menjabat sebagai ketua yaeh standarnya ketua bidanglah… rapat selau kumpul relasi banyak dan gak pernah ngemis nilai kedosen.hehehe. tapi, selama ini saya hanya melihat segelintir aktivis kampus yang bisa membagi mana kuliah mana kegiatan organisasi selebihnya pasti ada yang terkorbankan entah itu pacarnya maupun kuliahnya.
Aku terseyum melihat temanku wanitaku yang menangis tersedu-sedu karena di kecewakan terhadap  pacarnya. Pacarnya memang aktivis kampus yang mana menjabat sebagai ketua BEM-J dan salah satu anggota oraganisasi luar yang ternama. Teman wanita ku ini menangis karena cowoknya tidak pernah perhatian kepadanya. Benar, adanya bahwa setiap seorang wanita mesti harus di perhatikan ia merasa dicintai jika prianya memperhatikannya dan juga seorang wanita itu mempunyai bermacam-macam persepsi. contoh kecil saja jika kita tidak membalas SMS nya maka ketika bertemu maka kita akan diwawancarai habis-habisan olehnya malas banget kalau punya pacar kaya gitu apalagi jadi istri langsung di talak 3.  Hehehe begitu juga jika kita tidak ngapelin dia pada malam minggu maka terjadilah perang dua III. Di bom, di rudal, di bacok, ngomong ini itulah….. Hehehe emang sadisssss! (jadi gak salah kalau afgan menyanyikan lagu sadis karena dia selalu di sadisin sama ceweknya gara-gara gak ngapelin cewek nya) hehehe. tapi, ini hanya cewek-cewek tertentu kok! Jadi bagi kamu kaum pria jangan takut diluar sana masih banyak kok wanita yang masih fresh sifatnya dan gak pernah mau mengadakan gencatan sejata jika kamu tidak ngapel dia. Dia bisa menerima nya kok jika alasan kamu masuk akal dan bersifat urgen.
Bagi kau para wanita yang mempunyai pacar aktivis bersabarlah…. Dukunglah segala kegiatannya dan cintai selalu dia. Ingat jika kegiatan aktivisnya bisa menyita jatah waktumu untuk berdua maka bersabarlah! karena itulah resikoknya mempunyai pacar aktivis yang mana kelak nanti ia akan menjadi seorang pemuda yang mampan segi intelektual maka masa depanmu dan dia akan cerah juga. But, kamu harus tau dulu pacar kamu itu termasuk aktivis mana ? apakah aktivis kampus kelas kadal dan tikus atau memang aktivis kelas profesional yang punya tanggung jawab yang besar dalam kewajibanya kepada orang tua ie: menjalankan kuliahnya dan serta organisasinya. Jangan sampai kamu punya pacar aktivis bermuka tikus yang mengrogoti uang BEM. Bahaya …. Banget tuh! And jangan sampai kamu juga punya pacar aktivis kampus yang suka menrekrut orang untuk dijadikan kader-kader muda untuk didokrin. Soooo hati-hatilah!
Melihat kehidupan para aktivis-aktivis kampus saya bisa menyimpulkan bahwa, Pada dasarnya para aktivis kampuspun punya hati dan ingin mencitai dan dicintai tapi kadang-kadang mimpi-mimpi besarnya membuatnya menunda untuk mencintai……apalagi orang tersebut sudah aktivis kampus + sholeh lagi. Waduh…susah banget deket sama yang nama cewek kecuali kalau udah ada ikatan pernikahan. sudah aktivis kampus + sholeh + ganteng dan krismatik lagi pasti deh jadi idaman-idaman para wanita bangat tuh! dan insyallah orang itu akan menjadi orang besar nantinya. Jadi, bagi kau kamu wanitanya/pria jangan takut untuk dekat dengan aktivis kampus karena misi dan visinya sangatlah mulia dan saya yakin ia akan bisa memuliakan orang yang ia cintai….
Bagi kau yang pernah terkecewakan terhadap hubungan dengan para aktivis kampus teseyumlah…….. karena kamu telah mendapatkan ilmu dan pengalaman yang berharga yang tak akan pernah terulang kembali. Belajarlah mencitai dengan sempurna, dengan hati yang  lembut serta pergorbanannya tulusssss !

Semua dan Segalanya

karena sejatinya manusia hadir dunia saling berpasangan. Itulah yang Allah beritahukan kepada manusia melalui Al-Qur'an. Bahwa setiap in...